Mertua dan Menantu, Memangnya Bisa Akur?
Guest: Rika Ermasari, S.Psi (Psikolog Klinis Brawijaya Hospital)
TLDR
Hubungan mertua-menantu yang nggak baik itu bisa diperbaiki, Ma. Psikolog Rika Ermasari jelaskan bahwa masalah utamanya bukan siapa yang salah, tapi perbedaan latar belakang dan masa adaptasi. Kuncinya: jangan biarkan suami terjepit memilih antara ibu dan istri.
Poin Penting
Konflik mertua-menantu biasanya dimulai dari perbedaan latar belakang dan kebiasaan rumah — dari hal kecil kayak cara taruh barang sampai cara mendidik anak. Bukan salah siapa-siapa, tapi butuh adaptasi dari kedua belah pihak
Jangan bersaing dengan ibu mertua. Kalau kita bersaing, yang paling terjepit itu suami — dan itu bikin situasi makin keruh. Posisikan mertua sebagai ibu kedua, bukan lawan
Komunikasi tanpa kata itu penting: tunjukkan perhatian tulus ke mertua lewat hal-hal kecil. Bukan basa-basi, tapi concern genuine — tanya kabar, tawarin makan, temani ngobrol. Kalau kita terbuka, mertua juga akan terbuka
Tips Praktis
Mulai dari satu hal kecil minggu ini: tanya mertua 'Ibu mau makan apa hari ini?' atau 'Ibu tadi macet nggak di jalan?' Bukan basa-basi — tapi tunjukkan bahwa Mama peduli. Orang yang merasa diperhatikan akan mulai membuka diri.
“Kalau kita enggak bisa mencintai diri sendiri, orang lain pun enggak bisa mencintai kita. Buka diri dulu, Ma — supaya hubungan dengan mertua juga bisa terbuka.”